Minggu, 26 Agustus 2018

Sarip Tambak Oso Mengakhiri Puncak Acara Peringatan HUT RI ke 73 di RW 16

Berbeda dengan beberapa RW yang lain, rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73 di RW 16 diakhiri dengan menggelar pentas Ludrug dengan mengambil cerita Sarip Tambak Oso. Pentas Ludrug yang dimainkan oleh warga ini mendapat sambutan yang meriah dari warga RW 16 dan masyarakat sekitarnya. Para penabuh gamelan juga dilakukan oleh warga dengan seperangkat gamelan inventaris yang dimiliki warga RW 16.

Sarip adalah seorang pendekar dari Tambak Oso, suatu daerah di bagian timur dari kota Sidoarjo. Sarip berjuang melawan orang-orang serakah untuk menolong masyarakat miskin yang ada di daerahnya. Sarip berhasil mengalahkan para jagoan yang disewa oleh lawan-lawannya. Tetapi orang-orang yang serakah itu bekerja sama dengan kompeni Belanda untuk mengalahkan Sarip. Akhirnya Sarip pun terbunuh oleh peluru tentara kompeni.

Dengan pementasan kisah kepahlawanan Sarip Tambak Oso ini, Ketua RW 16 Yunus Iskandar berharap agar warga bisa mengambil suri tauladan dari Sarip Tambak Oso, yaitu semangat kepedulian yang tinggi kepada masyarakat miskin yang membutuhkan pertolongan. "Semoga masyarakat yang merasa memiliki kelebihan harta dan ilmu bisa mengambil suri tauladan dari kisah ini dengan lebih peduli kepada warga yang kurang mampu yang membutuhkan pertolongan," ucap Yunus Iskandar mengakhiri wawancara dengan KIM Kelurahan Petemon.

Meriahnya Karnaval di RW 05 dan RW 11 Kelurahan Petemon

Hari ini Ahad tanggal 26 Agustus 2018, RW 05 Kelurahan Petemon merayakan Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekasn RI ke 73 dengan menggelar acara Karnaval. Tema yang diambil pada Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI kali ini adalah "Gempita Semarak Festival Warga RW 05." Karnaval adalah salah satu bagian dari rangkain acara yang diselenggarakan.

Warga RW 05 yang terdiri dari lima RT ini, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa bergembira dan bersukaria berjalan dengan tertib dalam tampilan kostum yang beraneka ragam melintasi rute yang telah ditentukan oleh panitia. Dibarisan paling depan adalah rombongan kuda lumping dari RT 04 dengan iringan musik khas jaranan.

Karnaval diberangkatkan dari Balai RW 05 sekitar pukul 14.00 WIB. Bergerak ke arah Timur melewati Jl. Penanggungan, Jl. Tentara Genie Pelajar yang dahulu dikenal dengan nama Jl. Patua,  Jl. Tidar, Jl. Petemon Sidomulyo V, Jl. Petemon Sidomulyo I,  Jl. Krakatau, Jl. Bukit Barisan, dan kembali ke Balai RW 05. Terik panasnya sinar matahari tidak membuat rombongan karnaval patah semangat. Mereka terus berjalan dengan penuh semangat menuju garis finish di Balai RW 05. Sesampai di garis finish, rombongan kuda lumping menampilkan berbagai atraksi untuk menghibur warga RW 05.

Sementara itu tak kalah meriahnya, di tempat lain, yaitu di wilayah RW 11 juga digelar acara yang serupa. Meski tidak ada atraksi kuda lumping, karnaval di RW 11 dimeriahkan dengan rombongan sepeda hias.

Sabtu, 25 Agustus 2018

Antara Ketololan dan Kepasrahan

Entah bagaimanakah cara memahami yang benar antara ketololan dan kepasrahan sehingga kita bisa memperoleh pengertian yang benar. Menjelang hari raya idul adha ketika kita melintasi sederetan hewan qurban di sekitar masjid, terlihat dengan jelas pada wajah hewan-hewan itu yang tidak menampakkan kesedihan. Bahkan banyak di antara hewan-hewan qurban itu yang masih mengunyah-ngunyah rumput yang disediakan untuknya. Padahal satu atau dua hari lagi urat lehernya bakal terputus dan nyawanya pun melayang. Tak ada satupun di antara hewan-hewan ternak itu yang histeris atau yang memberontak.

Bisa jadi anggapan yang muncul di benak kita atas pemandangan seperti itu adalah karena hewan-hewan itu tidak menyadari, tidak memahami, tidak mengira, dan tidak mempunyai pemikiran bahwa mereka bakal mengalami nasib yang tragis. Bahkan banyak di antara kita yang menganggap hal itu adalah suatu simbul kebodohan hewani, bentuk ketololan hewani. Sedikit sekali atau bahkan tidak ada di antara kita yang beranggapan bahwa itu adalah bentuk kepasrahan hewani, bentuk ketaatan hewani terhadap Sang Khalik sehingga bagi mereka tidak perlu harus merasa sedih kemudian histeris dan memberontak. Di antara kita tidak ada yang tahu jika seandainya hewan-hewan qurban itu justru merasa bangga karena mati dalam kepasrahan kepada Sang Khalik. Di antara kita juga tidak ada yang mengerti jika seandainya hewan-hewan qurban itu justru merasa bangga karena mati dalam ketaatan kepada Sang Khalik.
Memang sering kali terjadi bahwa kita tidak bisa membedakan antara ketololan dan kepasrahan.

Tahukah kita bahwa situasi yang dihadapi oleh hewan-hewan qurban itu pernah terjadi juga pada diri seorang manusia yang bernama Ismail. Dan Ismail pun sanggup menggadapi situasi itu dengan penuh kesabaran dan ketaatan, sebagaimana yang telah difirmankan oleh Allah di dalam Kitab Suci Al Qur'an :
Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail menjawab, “Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaaffaat: 102).

Semoga kisah ini bermanfaat bagi kita bersama, amin.

Selasa, 21 Agustus 2018

UPKM Kelurahan Petemon Telah Merehabilitasi Tiga Unit Rumah Warga Miskin


Unit Pembinaan Keluarga Miskin (UPKM) Kelurahan Petemon telah merehabilitasi tiga unit rumah warga melalui Program Rehabilitasi Sosial Daerah Kumuh (RSDK) dengan anggaran yang diterima dari Dinas Sosial Kota Surabaya. UPKM adalah lembaga sosial kemasyarakatan tingkat kelurahan yang bekerja berdasarkan Surat Keputusan yang diterbitkan oleh Lurah.

Tahun 2018 ini, UPKM mengusulkan  lima belas unit rumah untuk direhabilitasi, namun hanya tujuh unit rumah yang disetujui oleh Dinas Sosial. Rehabilitasi rumah dilakukan dalam tiga termin. Termin pertama telah merehabilitasi tiga unit rumah yang  dimulai sejak bulan Juli 2018, yaitu :
1. Rumah Ibu Sukarmi, Jl. Petemon lll - 153 (RW 13).
2. Rumah Ibu Sri Rahayu, Jl. Petemon ll - 122 (RW 9).
3. Rumah Ibu Suriyati, Jl. Petemon V - 68 (RW 10).
Saat ini UPKM sedang melaksanakan rehabilitasi dua unit rumah untuk termin yang kedua, yaitu :
1. Rumah Ibu Suratno, Jl. Simo Sidomulyo X - 56 (RW 15).
2. Rumah Bapak Ismiadi, Jl. Simo Sidomulyo X - 140 (RW 15).

Untuk melaksanakan program RSDK ini, UPKM mendapatkan kucuran dana dari Dinas Sosial sebesar Rp. 27.500.000,-- per unit rumah. UPKM tidak diperkenankan untuk meminta atau memungut biaya tambahan dari pemilik rumah. Seluruh biaya rehabilitasi rumah ditanggung oleh Dinas Sosial dan tidak ada kewajiban untuk mengganti atau mengangsur pembayaran kembali bagi pemilik rumah.

"Sungguh kami sekeluarga merasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Surabaya yang telah peduli kepada rakyat miskin. Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rubiyanto, Pak Kamid, Pak Kamidi, Pak Yusuf dan kawan-kawan dari UPKM yang telah bekerja sungguh-sungguh untuk memperbaiki rumah kami tanpa meminta imbalan sepeserpun dari kami." Demikan kata Ismiadi, pemilik rumah di Jl. Simo Sidomulyo X - 140 ketika diwawancarai oleh KIM Kelurahan Petemon saat ikut mengawasi pengerjaan perbaikan rumahnya.

Kamis, 16 Agustus 2018

Gapura Cantik dan Megah Menghiasi Sisi Barat Kampung Petemon ll Surabaya


Semangat yang luar biasa diperlihatkan oleh warga RT 10 - RW 9 Kelurahan Petemon dalam memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekasn RI ke 73. Kampung yang ada di Jalan Petemon ll sisi barat itu juga menggelar berbagai macam perlombaan untuk anak-anak, karang taruna, juga untuk bapak-bapak dan ibu-ibu. Ada lomba makan kerupuk, lomba lari kelereng, dan lomba lari bendera.
"Kali ini saya mendapat suport dan dukungan dari warga yang sangat luar biasa," kata Ketua RT, Totok Hariadi saat diwawancarai KIM Kelurahan Petemon di sela-sela waktu persiapan acara malam tasyakuran Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73. "Warga menginginkan agar peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI tahun ini berbeda dan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya," lanjutnya.
Berkat dukungan dan partisipasi warga yang sangat besar itulah, Totok Hariadi berhasil membangun sebuah Gapura yang Cantik dan Megah di pintu masuk kampung Petemon ll sisi sebelah barat.
Melalui Blog KIM Kelurahan Petemon, Totok Hariadi mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh warga RT 10 - RW 9 yang telah memberikan dukungan dan bantuan yang begitu besar sehingga terwujud suatu peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI yang meriah.

Senin, 13 Agustus 2018

Musyawarah Masyarakat Kelurahan Petemon


Kegiatan Musyawarah Masyarakat Kelurahan (MMK) Kelurahan Petemon yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kecamatan Sawahan dimulai pada pukul 10.00 WIB di Aula Kantor Kelurahan Lantai ll. Kegiatan MMK ini dihadiri oleh beberapa Kader Posyandu Lansia, Perwakilan dari masing-masing RW, dan tokoh masyarakat. Hadir sebagai nara sumber dari Puskesma Sawahan adalah Dr.Aulia.

Dalam kata sambutannya, Lurah Petemon Agus Cahyono mengimbau kepada para peserta MMK agar berperan aktif dalam melaksanakan langkah-langkah pencegahan terhadap meningkatnya penyebaran penyakit DBD. Dalam kasus DBD ini, Petemon menduduki peringkat lll di tingkat Kecamatan Sawahan dan masuk kelompok sepuluh besar di tingkat Kota Surabaya dengan jumlah sepuluh kasus DBD. Lurah Petemon juga berharap agar para peserta menyampaikan pesan kepada para Ketua RT atau para kader di tingkat RT untuk mendata warganya yang kurang mampu yang belum pernah mendaftar sebagai peserta BPJS untuk didaftarkan sebagai peserta BPJS PBI ke Pemetintah Kota melalui Kelurahan. Tak lupa, Lurah Petemon juga menyampaikan pesan kepada peserta MMK untuk lebih peduli dan sering-sering menjenguk jika mengetahui ada lansia yang tinggal sendirian di rumahnya, dengan harapan apabila lansia tersebut sakit dan memerlukan bantuan, kita tidak terlambat dalam memberikan pertolongan.

Sementara itu, Dr. Aulia dari Pusksmas Sawahan meminta kepada para peserta terutama Ibu-ibu, apabila ada ibu hamil di sekitar lingkungannya agar melakukan pemeriksaan di puskesmas, setidaknya dua kali pemeriksaan selama kehamilan. Pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan sedini mungkin sejak diketahui terjadinya kehamilan, sedangkan pemeriksaan kedua dilakukan menjelang persalinan. Pemeriksaan ini sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk menekan, mengurangi, dan menghindari terjadinya kasus kematian bayi dan ibu hamil saat persalinan.

Demikian giat MMK Kelurahan Petemon kali ini.

Tentang Shalat


Ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh umat islam. Salah satu diantaranya adalah Shalat. Shalat merupakan kewajiban yang paling banyak bilangannya. Kewajban-kewajiban yang lain, misalnya mengucap syahadat dan pergi haji hanya diwajibkan untuk dilakukan satu kali seumur hidup.  Kewajiban membayar zakat fitrah dilakukan satu kali dalam satu tahun yang waktu pelaksanaannya adalah sebelum pelaksanaan sholat idul fitri. Sebagaimana membayar zakat fitrah, puasa juga dilakukan satu kali dalam satu tahun. Hanya saja puasa harus dilaksanakan selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Sementara itu, kewajiban shalat harus dilakukan lima kali dalam sehari semalam, yang waktu pelaksanaannya pun telah ditentukan. Shalat subuh misalnya, harus dikerjakan di waktu subuh, yaitu sejak terbitnya fajar sampai terbitnya matahari. Di luar waktu yang telah ditentukan ini maka shalat subuh tidak boleh dikerjakan. Begitu pula dengan shalat dhuhur, shalat ashar, shalat maghrib, dan shalat isyak, harus dikerjakan pada waktu yang telah ditentukan untuknya.
Yang lebih unik lagi tentang shalat adalah bahwa shalat tidak begitu saja langsung bisa dikerjakan meskipun waktu shalat telah tiba. Ada kewajiban lain yang mendahuluinya sebelum seseorang mengerjakan shalat, yaitu berwudhu. Seseorang tidak boleh mengerjakan shalat sebelum dia berwudhu. Sebab shalatnya menjadi tidak sah apabila seseorang mengerjakan shalat tanpa berwudhu terlebih dahulu.

Minggu, 12 Agustus 2018

Lomba Catur Antar RT


Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, RW 11 Kelurahan Petemon Kecamatan Sawahan Kota Surabaya menyelenggarakan lomba catur antar RT pada hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2018 mulai pukul 20.00 WIB.
Wilayah yang membawahi lima RT ini mempertemukan lima belas pecatur handal utusan dari masing-masing RT. Setiap RT dibatasi hanya mengirimkan perwakilan sebanyak tiga orang pecatur.
Meskipun lomba ini diikuti oleh tiga orang perwakilan RT, tetapi lomba ini tidak diadakan secara beregu melainkan diadakan secara perorangan dengan sistim gugur. Hasan utusan dari RT 2 berhasil meraih Juara l dan berhak membawa pulang hadiah berupa Piala Bergilir dan Sofenir. Sedangkan Yanto dari RT 3 dan Roy dari RT 1 masing-masing berhasil meraih Juara ll dan Juara lll dan mendapatkan hadiah berupa Sofenir.
Prasetyo Adi, Ketua RW 11 berharap dengan adanya lomba catur ini bisa ditemukan pecatur-pecatur handal yang nantinya bisa mengikuti event-event kejuaraan catur yang lebih besar sebagai duta mewakili Kelurahan Petemon.

Sepasang Lovebird Sebagai Dayatarik Jalan Sehat Warga RW 16


Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73, RW 16 Kelurahan Petemon menyelenggarakan kegiatan Jalan Sehat. Kegiatan ini digelar pada hari Ahad tanggal 12 Agustus 2018 mulai pulul 06.00 WIB. Ratusan orang warga RW 18 mulai dari anak-anak, para remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak mengikuti kegiatan jalan sehat kali ini. Tidak ketinggalan pula kakek-kakek dan nenek-nenek juga turut ambil bagian dalam memeriahkan acara ini. Hal ini menunjukkan bahwa betapa rukun dan guyubnya warga RW 16 dalam bermasyarakat.
Ada puluhan doorprize sedang menunggu kedatangan mereka di garis finish. Diantara puluhan doorprize yang disediakan oleh panitia, salah satunya adalah sepasang burung Lovebird warna kuning yang lengkap dengan sangkarnya. Panitia juga telah menyediakan Mesin Cuci sebagai hadiah utama untuk memberi daya tarik kepada warga.
"Semoga warga RW 16 bertambah sehat,  semakin rukun dan semakin guyub, serta mempunyai kepedulian yang besar kepada tetangga kiri-kanan yang sedang membutuhkan pertolongan setelah mengikuti acara jalan sehat pagi ini."  Demikian salah satu kalimat yang diucapkan oleh Yunus Iskandar selaku Ketua RW 16 dalam kata sambutannya saat memberangkatkan peserta jalan sehat.

Sabtu, 11 Agustus 2018

Pencegahan Dini Terjadinya Kebakaran Akibat Arus Pendek


Beberapa minggu terakhir ini telah kita dengar berita tentang terjadinya peristiwa kebakaran yang disebabkan oleh arus pendek. Meski tidak jatuh korban jiwa, peristiwa kebakaran tentu menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit jumlahnya.
Untuk menghindarkan terjadinya akibat yana lebih parah, ada beberapa hal yang perlu kita pahami tentang penyebab timbulnya arus pendek yang kemudian perlu dicarikab cara-cara pencegahannya.
Adapun penyebab terjadinya arus pendek, beberapa diantaranya adalah :
1. Kabel instalasi listrik yang terpasang di rumah kita sudah usang.
2. Melakukan penyambungan dengan menggunakan  kabel yang tidak sesuai atau tidak sepadan dengan alat listrik yang digunakan.
3. Pengunaan beban maksimal untuk waktu yang relatif lama.
4. Menggunakan kabel yang masih dalam gulungan.
5. Pemakaian yang berlebihan dalam satu colokan.
Jika kita perhatikan dengan seksama penyebab terjadinya arus pendek, maka bisa kita pahami bahwa yang nomor 1 penyebabnya adalah material kabel yang terpasang sudah usang. Maka untuk penanggulangannya adalah menggantinya dengan kabel yang baru. Hal ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tetapi sebenarnya, terjadinya arus pendek yang disebabkan oleh kabel yang sudah usang malah jarang terjadi. Oleh karenanya, untuk melakukan penggantian kabel tentu memerlukan pertimbangan yang lebih cermat dan meminta saran kepada teman dan sahabat yang memahami hal-hal tentang perkabelan.
Terjadinya arus pendek yang kemudian menimbulkan percikan api yang paling sering adalah adanya penyebab dari nomor 2 sampai dengan nomor 5.
Penyebab nomor 2 sampai dengan nomor 5 bukan dikarenakan oleh material kabek, tetapi justru dikarenakan oleh perilaku kita dalam menggunakan listrik. Oleh karena penyebabnya adalah perilaku dalam menggunakan listrik maka langkah penanggulangannya adalah merubah perilaku, dan hal itu sebenarnya sangatlah mudah dan tidak terlalu mahal.
Caranya adalah :
1. Janganlah kita melakukan penyambungan dengan menggunakan  kabel yang tidak sesuai atau tidak sepadan dengan alat listrik yang digunakan. Misalnya kita mau menyetrika, atau mau menggunakan kipas angin, atau mau memasak air dengan teko listrik, sedangkan jarak colokan listriknya terlalu jauh. Tentu kita akan menggunakan kabel sambungan. Maka untuk keperluan ini kita harus menggunakan kabel sambungan yang baik. Harganya memang agak mahal tetapi kita bisa memakainya dengan aman.
2. Pengunaan beban maksimal. Jika  listrik yang terpasang di rumah kita dayanya 900 watt, maka janganlah kita gunakan daya 900 secara bersamaan apalagi untuk waktu yang relatif lama. Karena hal ini akan memicu timbulnya panas yang berlebihan pada kabel yang terpasang di rumah kita padahal kabel itu tersembunyi di dalam dinding atau di atas plafon rumah. Kabel yang terkena panas yang berlebihan akan meleleh kemudian mengering dan akhirnya terbakar lalu mengeluarkan percikan api. Sedangkan kita tidak bisa melihatnya karena kabel itu berada diatas plafon. Kita baru mengetahuinya setelah ada tetangga yang berteriak kalau rumah kita sudah terbakar.
3. Hindari penggunaan kabel yang masih dalam gulungan. Banyak orang menggunakan kabel gulungan karena kabel ini mempunyai banyak colokan. Tanpa pernah mereka sadari bahwa menggunakan kabel gulungan dalam waktu yang relatif lama juga memicu timbulnya panas yang berlebihan pada kabel tersebut. Bila kita terpaksa menggunakan kabel gulungan untuk waktu yang lama, sebaiknya kabel itu dikeluarkan semua dari gulungannya. Tetapi bila digunakan secara permanen, sebaiknya kabel dipotong sesuai kebutuhan dan jangan ada kabel yang tersisa dalam gulungan.
4. Hindari penggunaan yang berlebihan dalam satu colokan. Sebagaimana terlihat seperti gambar ilustrasi di atas. Kalau terpaksa satu colokan harus digunakan beramai-ramai, sebaiknya menggunakan pembagi colokan yang kualitasnya baik. Hal ini pun sebenarnya untuk menghindari timbulnya panas yang berlebihan pada satu titik.
Demikian tulisan ini, semoga bermanfaat bagi kita semua untuk pencegahan dini terjadinya kebakaran akibat arus pendek.

Kamis, 09 Agustus 2018

Jalmo Limpat

Anekdot Karya : Drs. H Wasito, MM.


Dalam suatu seminar tentang kesetaraan gender, yang kebetulan pesertanya semua laki-laki, nyelethuk seorang peserta bertanya kepada nara sumber (NS) seperti ini, "Mohon maaf Bapak NS, kalau pertanyaan saya agak pribadi. Apakah Bapak NS juga takut sama isteri? Seperti yang Bapak katakan bahwa sekarang banyak suami yang takut kepada isteri."
NS tersenyum kecut. Kemudian beliau menjawab : "Untuk menjawab pertanyaan itu, saya punya cerita. Ceritanya begini : "Dulu, di negeri antah berantah, seminar seperti ini, harus beli tiket melalui loket. Disediakan 2 loket. Loket A untuk suami yang takut isteri sedang loket B untuk suami yang tidak takut isteri. Ternyata loket A berjubel, sedangkan di loket B hanya ada satu orang berperawakan kecil.
Sementara itu ada juga seorang berperawakan jangkung yang masih bengong tidak antri di loket manapun. Karena penasaran seorang dari loket A cabut antrian dan datang kepada si kecil. "Bapak koq berani sekali, bagaimana caranya menghilangkan rasa takut kepada isteri, sehingga Bapak antri di loket B ini." Si kecil menjawab : "Wow, Bapak salah paham. Saya antri disini karena mengikuti perintah isteri saya." Si penasaranpun hanya bisa nyengir. Kemudian didatanginya si jangkung dan bertanya : "Maaf Bapak koq tidak ikut antri di loket?, apa Bapak tidak akan ikut seminar?" Si jangkung menjawab : "Aku bingung akan antri di loket mana. Aku ini kan anggota istiklomah." "Lho, istiqomah to Pak!", kata si penasaran. " Bukan! Istiklomah artinya ikatan suami takut istri kalau di rumah."
Mendengar cerita itu semua peserta seminar tertawa terbahak-bahak. NS pun dengan kalem berkata : "Bapak-bapak ini memang Jalmo limpat, seprapat tamat."

Rabu, 01 Agustus 2018

Persyaratan Pengurusan Surat Keterangan Miskin (SKM).


Surat keterangan miskin (SKM) yang dulu dikenal dengan sebutan SKTM atau Surat Keterangan Tidak Mampu adalah surat yang dikeluarkan oleh pihak Kelurahan atau Desa yang diperuntukan bagi keluarga yang kurang mampu dalam masalah finansial demi mendapatkan kemudahan dalam layanan pemerintah di bidang kesehatan dan pendidikan.
SKM ini ada dua macam, yaitu SKM Kesehatan, dan SKM Pendidikan.

Adapun syarat-syarat pengurusan surat keterangan miskin (SKM) adalah sebagai berikut :

A. SKM Kesehatan :
1. KSK asli dan fotocopy.
2. Surat Rujukan dari Puskesmas atau Bukti Rawat Inap dari Rumah Sakit.
3. Surat Pernyataan Miskin bermeterai yang diketahui RT dan RW.
4. Surat Pengantar RT/RW.
5. Mengisi Kuisioner Indikator Kemiskinan.
Jika berkas lengkap lama pengerjaan 5 menit.

B. SKM Pendidikan :
1. KSK asli dan fotocopy.
2. Surat Keterangan Siswa dari Sekolah.
3. Surat Pernyataan Miskin bermeterai yang diketahui RT dan RW.
4. Surat Pengantar RT/RW.
5. Mengisi Kuisioner Indikator Kemiskinan.
Jika berkas lengkap, lama pengerjaan 5 menit.
Demikianlah persyaratan pengurusan SKM Kesehatan dan SKM Pendidikan. Semoga bermanfaat.

(Sumber : Papan Pengumuman Kelurahan Petemon).