Berbeda dengan beberapa RW yang lain, rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI ke 73 di RW 16 diakhiri dengan menggelar pentas Ludrug dengan mengambil cerita Sarip Tambak Oso. Pentas Ludrug yang dimainkan oleh warga ini mendapat sambutan yang meriah dari warga RW 16 dan masyarakat sekitarnya. Para penabuh gamelan juga dilakukan oleh warga dengan seperangkat gamelan inventaris yang dimiliki warga RW 16.
Sarip adalah seorang pendekar dari Tambak Oso, suatu daerah di bagian timur dari kota Sidoarjo. Sarip berjuang melawan orang-orang serakah untuk menolong masyarakat miskin yang ada di daerahnya. Sarip berhasil mengalahkan para jagoan yang disewa oleh lawan-lawannya. Tetapi orang-orang yang serakah itu bekerja sama dengan kompeni Belanda untuk mengalahkan Sarip. Akhirnya Sarip pun terbunuh oleh peluru tentara kompeni.
Dengan pementasan kisah kepahlawanan Sarip Tambak Oso ini, Ketua RW 16 Yunus Iskandar berharap agar warga bisa mengambil suri tauladan dari Sarip Tambak Oso, yaitu semangat kepedulian yang tinggi kepada masyarakat miskin yang membutuhkan pertolongan. "Semoga masyarakat yang merasa memiliki kelebihan harta dan ilmu bisa mengambil suri tauladan dari kisah ini dengan lebih peduli kepada warga yang kurang mampu yang membutuhkan pertolongan," ucap Yunus Iskandar mengakhiri wawancara dengan KIM Kelurahan Petemon.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar