Jumat, 26 Desember 2025

Bilangan Terbesar, Bilangan Misterius Yang Tidak Pernah Ada.

 


Apakah kita adalah orang yang pandai berhitung? Apakah kita seorang yang genius?

Kalau memang benar kita adalah seorang yang genius dan pandai berhitung, pertanyaan sederhana yang harus kita jawab adalah, bilangan berapakah yang bisa kita anggap sebagai bilangan yang paling besar?

Sesungguhnya saja kita manusia tidak akan pernah bisa menemukan bilangan berapa yang paling besar. Seolah-olah bilangan itu memang tidak ada dan tidak akan pernah ada. Bilangan terbesar bagaikan bilangan misterius yang tidak akan pernah bisa kita jumpai.

Hal ini membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk yang lemah, makhluk yang memiliki kemampuan yang sangat terbatas.

Tapi manusia itu memang aneh. Pikirannya mengembara kemana-mana ingin menemukan siapa sesungguhnya Tuhan itu. Kalau benar kita ingin tahu siapa sesungguhnya Tuhan itu, maka sebaiknya temukan lebih dahulu berapa bilangan yang terbesar.

Tuhan adalah Allah SWT yang kebesaran dzatnya tidak bisa diukur seperti bilangan.

Kita tidak akan bisa mengetahuinya karena memang kemampuan akal pikir kita yang sangat terbatas.

Allâhu Akbar.

Laa ilaaha illallahu wahdah.

Wa laa haula wa laa quwwata illa billahil Aliyyil Adhzim.

Rabu, 24 Desember 2025

Isro' Mi'roj Sebuah Keajaiban Dalam Sejarah Kehidupan Manusia.

 


Dalam rangka memperingati peristiwa Isro' Mi'roj Nabi Besar Muhammad SAW, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Surabaya siap menyelenggarakan acara pembinaan mental spiritual bagi seluruh Pengurus PWRI Kota dan Perwakilan Pengurus PWRI Kecamatan serta Perwakilan Pengurus Unit Kedinasan sekota Surabaya. Acara ini sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan program kerja tahun 2026.
Acara digelar di Gedung Siola Lantai IV, Jl. Tunjungan No. 1 Surabaya yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Mal Pelayanan Publik.
Hadir sebagai pembicara adalah Ustadz Ir. H. Bangun Samudra dengan pilihan tema Isro' Mi'roj Sebuah Keajaiban Dalam Sejarah Kehidupan Manusia.
Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Para undangan diharapkan sudah hadir pada pukul 08.00 WIB untuk melakukan registrasi.
Di samping untuk memperkuat rasa keimanan dan mental spiritual Para Pengurus, acara ini juga diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan dan rasa kekeluargaan antar Pengurus PWRI Kota Surabaya, PWRI Kecamatan, dan PWRI Unit Kedinasan se kota Surabaya.
Acara ini sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya.

Sabtu, 20 Desember 2025

Cara Membaca NIK

 


Cara memahami enam belas digit (angka) yang diberikan kepada kita sebagai Nomor Identitas Kependudukan (NIK).


Setiap orang memiliki enam belas digit (angka) yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah melalui Dinas Kependudukan Daerah Kabupaten/Kota. Enam belas angka tersebut yang kemudian disebut sebagai NIK, bukanlah sembarang angka yang tidak bermakna tetapi merupakan angka yang memiliki arti tertentu sehingga angka tersebut tidak akan dimiliki oleh orang lain meskipun pemilik angka tersebut sudah meninggal. Jadi nanti enam belas angka tersebut berfungsi seperti sidik jari.

Pada dasarnya NIK adalah sebuah kalimat yang bisa dibaca. Untuk mengetahui kalimat apa yang tertulis pada NIK, ikuti tulisan saya sampai selesai.

Pertama angka pada NIK dipisah menjadi tiga bagian, yaitu bagian pertama, bagian kedua, dan bagian ketiga. Bagian pertama terdiri dari enam angka yang pertama, bagian kedua terdiri dari enam angka yang kedua, dan bagian ketiga terdiri dari empat angka yang tersisa.

Sebagai contoh, saya mengambil NIK saya sendiri yaitu, 3578061601570001.

Jika dibagi menjadi tiga bagian maka akan menjadi,

1. 357806,

2. 160157, dan

3. 0001.

Enam angka pada bagian pertama adalah angka yang menunjukkan sebuah lokasi dimana saya dilahirkan. Pada bagian pertama ini, yaitu angka 357806, dua angka yang pertama, angka 35, menunjuk pada sebuah Provinsi. Dan angka 35 adalah angka untuk Provinsi Jawa Timur.

Dua angka berikutnya, yaitu angka 78, adalah angka yang menunjuk pada sebuah Kota atau Kabupaten. Angka 78 adalah angka untuk Kota Surabaya.

Sedang dua angka yang terakhir, yaitu angka 06 adalah angka yang menunjuk pada sebuah Kecamatan. Dan angka 06 adalah angka untuk Kecamatan Sawahan.


Enam angka pada bagian kedua yaitu 160157 adalah angka yang menunjukkan sebuah waktu (kelahiran).

Dua angka yang pertama (16) adalah tanggal kelahiran, dua angka berikutnya (01) adalah angka yang menunjukkan bulan kelahiran yaitu bulan Januari, dan dua angka yang terakhir (57) adalah angka yang menunjukkan tahun kelahiran yaitu tahun 1957.


Sampailah kita pada empat angka pada bagian terakhir yaitu, 0001. Empat angka pada bagian akhir adalah angka yang berfungsi sebagai nomor urut saja, yaitu nomor urut kelahiran pada hari dan tempat yang sama.


Setelah kita mengetahui arti dari urutan angka pada NIK, maka sekarang kita bisa membaca kalimat apa yang tertulis pada NIK.


Seseorang bernama Tedy Widodo dengan NIK 357806160157001.

Maka kalimat yang terbaca yaitu:


Tedy Widodo adalah anak laki-laki yang lahir pertama pada tanggal 16 Januari 1957 di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.


Catatan.

Disebut sebagai anak laki-laki karena tanggal lahir Tedy Widodo yaitu tanggal 16 tetap ditulis dengan angka 16.

Untuk anak perempuan maka tanggal lahir ditulis dengan cara ditambah 40.

Jadi kalau Tedy Widodo adalah anak perempuan maka tanggal lahirnya akan ditulis menjadi 56.



Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.