Sabtu, 03 Januari 2026

Pameran Tunggal Lukisan Karya Ani Hasan.

 


Ani Hasan anggota Kerta (Kerukunan Wanita) PWRI Kecamatan Sawahan Kota Surabaya, seorang pensiunan guru fisika dari SMPN 3 Surabaya menggelar pameran tunggal lukisan-lukisan karyanya di Galeri DKS Alun-alun Surabaya dengan tema Air.

Ada sekitar 13 lukisan yang dipamerkan. Salah satunya adalah lukisan yang berjudul Laut. 



Pameran dibuka tadi malam hari Sabtu tanggal 3 Januari 2026. Pameran ini merupakan pameran tunggal yang ke 3 yang diadakan olehnya. Pameran tunggal yang pertama dengan tema Cahaya dan Gelombang digelar di tempat yang sama pada akhir tahun 2024, tepatnya hari Rabu tanggal 18 Desember 2024 bertepatan dengan hari ulang tahun Beliau yang ke 72.


Pameran dibuka oleh Camat Sawahan Kota Surabaya, Ibu Dr. Kanti Budiarti S.Sos., M.Si.

Hadir dan turut serta memberikan kata sambutan dalam acara pembukaan ini para tokoh seni rupa kota Surabaya diantaranya adalah Supaat dan Hari Prayitno.

Pameran ini akan berlangsung sampai dengan hari Senin tanggal 5 Januari 2026.


Suasana Pameran.






Jumat, 26 Desember 2025

Bilangan Terbesar, Bilangan Misterius Yang Tidak Pernah Ada.

 


Apakah kita adalah orang yang pandai berhitung? Apakah kita seorang yang genius?

Kalau memang benar kita adalah seorang yang genius dan pandai berhitung, pertanyaan sederhana yang harus kita jawab adalah, bilangan berapakah yang bisa kita anggap sebagai bilangan yang paling besar?

Sesungguhnya saja kita manusia tidak akan pernah bisa menemukan bilangan berapa yang paling besar. Seolah-olah bilangan itu memang tidak ada dan tidak akan pernah ada. Bilangan terbesar bagaikan bilangan misterius yang tidak akan pernah bisa kita jumpai.

Hal ini membuktikan bahwa manusia itu adalah makhluk yang lemah, makhluk yang memiliki kemampuan yang sangat terbatas.

Tapi manusia itu memang aneh. Pikirannya mengembara kemana-mana ingin menemukan siapa sesungguhnya Tuhan itu. Kalau benar kita ingin tahu siapa sesungguhnya Tuhan itu, maka sebaiknya temukan lebih dahulu berapa bilangan yang terbesar.

Tuhan adalah Allah SWT yang kebesaran dzatnya tidak bisa diukur seperti bilangan.

Kita tidak akan bisa mengetahuinya karena memang kemampuan akal pikir kita yang sangat terbatas.

Allâhu Akbar.

Laa ilaaha illallahu wahdah.

Wa laa haula wa laa quwwata illa billahil Aliyyil Adhzim.

Rabu, 24 Desember 2025

Isro' Mi'roj Sebuah Keajaiban Dalam Sejarah Kehidupan Manusia.

 


Dalam rangka memperingati peristiwa Isro' Mi'roj Nabi Besar Muhammad SAW, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Surabaya siap menyelenggarakan acara pembinaan mental spiritual bagi seluruh Pengurus PWRI Kota dan Perwakilan Pengurus PWRI Kecamatan serta Perwakilan Pengurus Unit Kedinasan sekota Surabaya. Acara ini sekaligus menandai dimulainya pelaksanaan program kerja tahun 2026.
Acara digelar di Gedung Siola Lantai IV, Jl. Tunjungan No. 1 Surabaya yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Gedung Mal Pelayanan Publik.
Hadir sebagai pembicara adalah Ustadz Ir. H. Bangun Samudra dengan pilihan tema Isro' Mi'roj Sebuah Keajaiban Dalam Sejarah Kehidupan Manusia.
Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Para undangan diharapkan sudah hadir pada pukul 08.00 WIB untuk melakukan registrasi.
Di samping untuk memperkuat rasa keimanan dan mental spiritual Para Pengurus, acara ini juga diharapkan bisa mempererat tali persaudaraan dan rasa kekeluargaan antar Pengurus PWRI Kota Surabaya, PWRI Kecamatan, dan PWRI Unit Kedinasan se kota Surabaya.
Acara ini sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sosial Kota Surabaya.

Sabtu, 20 Desember 2025

Cara Membaca NIK

 


Cara memahami enam belas digit (angka) yang diberikan kepada kita sebagai Nomor Identitas Kependudukan (NIK).


Setiap orang memiliki enam belas digit (angka) yang diberikan kepadanya oleh Pemerintah melalui Dinas Kependudukan Daerah Kabupaten/Kota. Enam belas angka tersebut yang kemudian disebut sebagai NIK, bukanlah sembarang angka yang tidak bermakna tetapi merupakan angka yang memiliki arti tertentu sehingga angka tersebut tidak akan dimiliki oleh orang lain meskipun pemilik angka tersebut sudah meninggal. Jadi nanti enam belas angka tersebut berfungsi seperti sidik jari.

Pada dasarnya NIK adalah sebuah kalimat yang bisa dibaca. Untuk mengetahui kalimat apa yang tertulis pada NIK, ikuti tulisan saya sampai selesai.

Pertama angka pada NIK dipisah menjadi tiga bagian, yaitu bagian pertama, bagian kedua, dan bagian ketiga. Bagian pertama terdiri dari enam angka yang pertama, bagian kedua terdiri dari enam angka yang kedua, dan bagian ketiga terdiri dari empat angka yang tersisa.

Sebagai contoh, saya mengambil NIK saya sendiri yaitu, 3578061601570001.

Jika dibagi menjadi tiga bagian maka akan menjadi,

1. 357806,

2. 160157, dan

3. 0001.

Enam angka pada bagian pertama adalah angka yang menunjukkan sebuah lokasi dimana saya dilahirkan. Pada bagian pertama ini, yaitu angka 357806, dua angka yang pertama, angka 35, menunjuk pada sebuah Provinsi. Dan angka 35 adalah angka untuk Provinsi Jawa Timur.

Dua angka berikutnya, yaitu angka 78, adalah angka yang menunjuk pada sebuah Kota atau Kabupaten. Angka 78 adalah angka untuk Kota Surabaya.

Sedang dua angka yang terakhir, yaitu angka 06 adalah angka yang menunjuk pada sebuah Kecamatan. Dan angka 06 adalah angka untuk Kecamatan Sawahan.


Enam angka pada bagian kedua yaitu 160157 adalah angka yang menunjukkan sebuah waktu (kelahiran).

Dua angka yang pertama (16) adalah tanggal kelahiran, dua angka berikutnya (01) adalah angka yang menunjukkan bulan kelahiran yaitu bulan Januari, dan dua angka yang terakhir (57) adalah angka yang menunjukkan tahun kelahiran yaitu tahun 1957.


Sampailah kita pada empat angka pada bagian terakhir yaitu, 0001. Empat angka pada bagian akhir adalah angka yang berfungsi sebagai nomor urut saja, yaitu nomor urut kelahiran pada hari dan tempat yang sama.


Setelah kita mengetahui arti dari urutan angka pada NIK, maka sekarang kita bisa membaca kalimat apa yang tertulis pada NIK.


Seseorang bernama Tedy Widodo dengan NIK 357806160157001.

Maka kalimat yang terbaca yaitu:


Tedy Widodo adalah anak laki-laki yang lahir pertama pada tanggal 16 Januari 1957 di Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.


Catatan.

Disebut sebagai anak laki-laki karena tanggal lahir Tedy Widodo yaitu tanggal 16 tetap ditulis dengan angka 16.

Untuk anak perempuan maka tanggal lahir ditulis dengan cara ditambah 40.

Jadi kalau Tedy Widodo adalah anak perempuan maka tanggal lahirnya akan ditulis menjadi 56.



Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat.

Kamis, 19 Desember 2024

Pameran Tunggal Lukisan.

 


Ani Hasan anggota Kerta PWRI Kecamatan Sawahan, seorang pensiunan guru fisika dari SMPN 3 Surabaya menggelar pameran tunggal lukisan-lukisan karyanya di Galeri DKS Alun-alun Surabaya dengan tema Cahaya dan Gelombang. 

Pembukaan acara tersebut dilaksanakan tadi malam, Rabu tanggal 18 Desember 2024 bertepatan dengan hari ulang tahun kelahirannya yg ke 72.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan peluncuran buku karya Ani Hasan yang berjudul Studi Nirmana Hingga Pameran Tunggal. 

Adapun lukisan yang dipamerkan berjumlah 18 lukisan. Hampir semua lukisan yang dipamerkan berhubungan erat dengan peristiwa fisika. Di antaranya adalah Sumber Minyak Bumi, Angin, dan Nirmana.

Pameran ini berlangsung hingga tanggal 20 Desember 2024.

Turut hadir memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pameran Lukisan adalah Bapak Sekretaris Kecamatan Sawahan, Ibu Sekretaris Kelurahan Banyu Urip, dan beberapa tokoh dari Dewan Kesenian Surabaya (DKS).


Salah satu lukisan yang berjudul Angin. 

Lukisan berjudul Sumber Minyak Bumi. 



Sabtu, 06 Mei 2023

Media Petemon



Mulai hari ini, Minggu tanggal 7 Mei 2023, Blog KIM Sinergi Kelurahan Petemon berganti nama menjadi Semanggi Suroboyo Media Petemon dengan motto Guyub Rukun Agawe Santosa.

Blog Media Petemon akan menyajikan berita-berita tentang dinamika warga Kelurahan Petemon, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya .

Diharapkan blog ini akan menjadi media yang bermanfaat bagi para pengunjung umumnya dan khususnya bagi warga Kelurahan Petemon. Dengan hadirnya blog ini maka para pengunjung bisa mengetahui dinamika warga Kelurahan Petemon dalam kesehariannya. Dan bagi warga Kelurahan Petemon bisa memanfaatkannya sebagai sarana promosi untuk memasarkan produk-produk yang dibuat oleh UMKM yang ada di Kelurahan Petemon.

Demikian sekilas info hari ini sebagai penanda perubahan nama Media Petemon.

Kami akan sangat berbahagia apabila anda berkenan memberikan saran dan masukan melalui kolom komentar sehingga media ini menjadi lebih baik lagi.

Minggu, 04 September 2022

Denyut Nadi Ekonomi Tak Pernah Berhenti.

Situasi Pusat Penjualan Kue Basah di Pasar Kembang 

 Di Jalan Pasar Kembang Kelurahan Wonorejo Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya, terdapat sebuah pasar berlantai dua. Di bagian bawah pasar ini atau di lantai dasar kebanyakan ditempati oleh pedagang yang berjualan kebutuhan dapur dan sembako. Sedangkan di lantai atas atau di lantai dua ditempati oleh pedagang yang berjualan berbagai macam kue basah. Oleh karena itu, tempat ini sudah dikenal oleh warga kota Surabaya sebagai pusat penjualan kue basah.

Pasar pusat penjualan kue basah ini, setiap harinya,  mulai beropersi sekitar pukul 01.00 dini hari dan berakhir sekitar pukul 07.30 pagi hari. Menurut Pak Yudi Utomo, salah seorang pedagang yang biasa dipanggil Pak A'an, jumlah pedagang yang ada di lantai dua ini ada lebih dari 300 orang. Di pasar ini jarang terjadi tawar menawar karena barang dagangan sudah dipatok dengan harga pas dan pantas sesuai kualitas.

Pada masa pandemi, keadaan pasar memang agak terpengaruh juga namun tidak begitu signifikan, kata Pak A'an pula. Sungguh ini adalah sebuah pasar yang menjanjikan harapan yang baik pagi para pedagang dan para pemasok juga tentunya. Sepertinya, denyut nadi ekonomi tak pernah berhenti di tempat ini. Sayangnya kondisi pasar yang nampak kurang memadai akibat terjadinya kebakaran di bagian atap beberapa bulan yang lalu, tentunya hal ini menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Minggu, 18 November 2018

Pengelola Lingkungan Terbaik Kota Surabaya

RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon memperoleh pengharagaan dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini sebagai Pengelola Lingkungan Terbaik katagori Kampung Berkembang dalam gelaran kompetisi Surabaya Green & Clean tahun 2018. Sebelumnya, pada bulan September 2018 kemarin, RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon pada kompetisi Merdeka Dari Sampah (MDS) 2018 juga berhasil meraih dua gelar sekaligus yaitu Gelar Kampung Pemilahan Sampah Terbaik dan Gelar Kampung Penggerak Lingkungan Terbaik IV.
Dengan diterimanya Penghargaan sebagai Pengelola Lingkungan terbaik ini maka RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon telah mengoleksi tiga pengharagaan dari Walikota Surabaya. Semoga prestasi yang diraih oleh Warga Kampung Penanggungan ini dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung yang lain di wilayah Kelurahan Petemon.






Selasa, 16 Oktober 2018

Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah Terhadap Usaha Rumah Kos dan Usaha Parkir Kendaraan Bermotor



Hari ini, Selasa tanggal 16 Oktober 2018 bertempat di lantai 2 Aula Gedung Kelurahan Petemon diselenggarakan Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Pajak Daerah Terhadap Usaha Rumah Kos dan Usaha Parkir Kendaraan Bermotor. Bertindak sebagai nara sumber adalah M. Sigit Kurniawan, SE Kepala Unit Pelaksana Tugas Badan (UPTB) Pelayanan Pajak Daerah Surabaya 3 yang berkantor di Jl. Raya Menganti Wiyung No. 247 Surabaya.

Dalam paparannya, Sigit Kurniawan menyampaikan bahwa jenis pajak yang diatur dalam peraturan daerah ini meliputi : 

  • Pajak Hotel,
  • Pajak Restoran,
  • Pajak Hiburan,
  • Pajak Reklame,
  • Pajak Penerangan Jalan,
  • Pajak Parkir,
  • Pajak Air Tanah,
  • Pajak Sarang Burung Walet.
Tetapi pada sosialisasi malam ini pokok bahasan difokuskan hanya pada Pajak Hotel dan Pajak Parkir. Menurut Sigit, panggilan akrab dari Sigit Kurniawan, Rumah Kost dan Usaha Penitipan Mobil yang dikelola oleh masyarakat adalah termasuk Obyek Pajak yang harus dibayarkan pajaknya kepada Pemerintah Kota Surabaya. Besarnya pajak yang harus dibayarkan setiap bulannya oleh subyek pajak adalah 5% untuk Rumah Kost dan 20% untuk Usaha Penitipan Mobil. Pembayaran pajak selambat-lambatnya tanggal 7 setiap bulannya. Keterlambatan pembayaran pajak akan dikenakan denda sebesar 2% per bulan.


Untuk usaha penitipan mobil tidak ada ketentuan mengenai jumlah minimal mobil yang bisa ditampung. Sedangkan untuk Rumah Kos yang bisa dikenakan pajak ada ketentuan mengenai jumlah kamar kos dan beaya kos, yaitu minimal 10 kamar dengan beaya kos sebesar Rp. 750.000,--per bulan. Untuk rumah kos yang jumlahnya tidak sampai 10 kamar atau yang biaya kos per bulannya tidak sampai Rp. 750.000,-- tidak ada kewajiban untuk membayar pajak.

Acara ini dihadiri oleh 51 orang pemilik usaha rumah kos dan usaha penitipan mobil yang ada di wilayah kelurahan petemon. Acara berjalan lancar, aman, dan tertib.




Senin, 17 September 2018

RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon Menyabet Dua Gelar MDS

Pergelaran Lomba Kebersihan Lingkungan Merdeka Dari Sampah (MDS) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya diikuti oleh 727 RT se Kota Surabaya. Adapun kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi pemilahan sampah, penghijauan, drainase dan sanitasi, serta kebersihan lingkungan. Dalam lomba ini, RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon berhasil meraih dua gelar sekaligus yaitu Gelar Kampung Pemilahan Sampah Terbaik dan Gelar Kampung Penggerak Lingkungan Terbaik IV. Dengan raihan dua gelar ini, RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon berhak menerima hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp. 4.500.000,--

Sejak RT 03 - RW 05 ditunjuk mewakili Kelurahan Petemon untuk mengikuti lomba kebersihan lingkungan MDS, Tjiptono selaku Ketua RW 05 mempercayakan kepada Bu Mira sapaan akrab Mira Kuspratiwi selaku Ketua RT 03 untuk memimpin warganya bekerja sungguh-sungguh agar bisa diperoleh hasil kerja yang optimal. "Apabila terdapat suatu kendala dalam pelaksanaannya agar segera berkoordinasi dengan pengurus RW," demikian pesan Tjiptono kepada Mira Kuspratiwi.

Bu Mira pun segera berbenah diri. Dikumpulkannya semua ketua dasa wisma, Ibu-ibu dan Karang Taruna. Disampaikan kepada mereka bahwa apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti lomba ini, sebenarnya semuanya sudah kita lakukan. Pemilahan sampah kering dan basah sudah kita lakukan, penghijauan juga sudah kita lakukan, kita sudah memiliki Takakura dan Doskura. Jadi kita tinggal menjaga rutinitas dan kontinyuitasnya saja.


Ketika ditanyakan apa peran warga dalam menyukseskan lomba ini, Bu Mira menjelaskan bahwa, Kita banyak melibatkan Ibu-ibu dan Karang Taruna. Ibu-ibu mendapat tugas paling banyak, yaitu mengelola Takakura dan Doskura, merawat penghijauan, mendaur ulang sampah kering untuk dijadikan hiasan dan kerajinan yang lain, misalnya tas dan dompet, serta membuat kostum dari bahan plastik bekas kemasan sabun cair. Sedangkan Karang Taruna berperan mengelola sampah kering, memilah mana yang bisa didaur ulang dan mana yang tidak. Yang bisa didaur ulang diserahkan kepada ibu-ibu untuk dibuat hiasan dinding dan kerajinan yang lain, sedangkan yang tidak bisa didaur ulang dijual yang hasilnya sebagian untuk kas dan yang sebagiannya dimasukkan ke buku tabungan masing-masing warga. "Saya merasa bangga dengan seluruh warga RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon, terutama para ibu dan karang taruna, karena mereka sangat akomodatif dan bersemangat ketika saya mengajak untuk bekerja bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Lomba Kebersihan Lingkungan Merdeka Dari Sampah. Dan terbukti hasil kerja mereka bisa meraih hasil yang bisa menjadi kebanggaan warga RW 05 dan masyarakat Kelurahan Petemon," kata Mira Kuspratiwi mengakhiri wawancara dengan KIM Kelurahan Petemon.

Senin, 10 September 2018

Bro Kentir, PudSal dan LaPo Suroboyo, Produk Kuliner Andalan UKM Geulis Kelurahan Petemon

Festival Surabaya Kuliner dan Kraft 2018 dengan tema "Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan," yang digelar setiap bulan sekali di Jalan Tunjungan oleh Pemerintah Kota Surabaya, selain untuk meningkatkan roda perekonomian bagi pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) dan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan asing, acara ini juga merupakan ajang promosi sekaligus sebagai upaya pelestarian Kuliner Khas Arek Suroboyo. Rujak Cingur, Semanggi, Lonthong Balap, Gado-gado, adalah makanan khas Arek Suroboyo. Sedangkan Ote-ote, Nogosari, Lentho, adalah jajanan khas Arek Suroboyo. Adalagi minuman khas Arek Suroboyo yang juga perlu untuk dipromosikan dan dijaga kelestariannya yaitu, Serbat Klopo, Serbat Pencit, Serbat Garbis, Es Cao atau Es Cin Cau, Es Gronjong, Es Gandul, Ronde, dan Angsle.

Seiring dengan perkembangan dunia kuliner yang mengiringi perkembangan dunia pariwisata dan perkembangan teknologi, kini di Surabaya telah hadir jajanan khas Arek Suroboyo yang baru yaitu, Bro Kentir, PudSal, dan Lapo Suroboyo. Setidaknya, itulah jajanan khas Arek Suroboyo yang baru, yang akan dipromosikan pada acara Festival Kuliner dan Kraft 2018 oleh UKM Geulis Kelurahan Petemon yang dikomandani oleh Ibu Cici Suwarsih yang juga menjabat sebagai Ketua RW 02 Sawahan DKA Kelurahan Petemon. Bro Kentir adalah Kue Bronies Ketan Ireng, sedangkan PudSal adalah Puding Salju, dan LaPo Suroboyo adalah Kue Lapis Pohong Suroboyo.

Bagi warga kota Surabaya, khususnya warga Kelurahan Petemon yang ingin mencicipi lezatnya kuliner baru khas Arek Suroboyo produk UKM Geulis Kelurahan Petemon, silakan mlaku-mlaku nang Tunjungan pada hari Jum'at tanggal 14 September 2018 mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 21.30 WIB. Langsung saja menuju Stand Nomor 094 B UKM Geulis Kelurahan Petemon. Selamat mencicipi.

Rabu, 05 September 2018

Suroboyo Bus, Bus e Arek Suroboyo

Bis Tumpuk Suroboyo Foto by
@rachmad_juliantono

Loh, iki onok opo maneh Rek? Suroboyo Bus Cak, Bus Tumpuk werno kuning onok tulisane Bank Mayapada. Hluk.... Bus Tumpuk werno kuning onok tulisane Bank Mayapada. Lah... bus sing nduwur opo yo onok supire Rek? Yo gak onok Cak, peno iku kok onok-onok ae. Lah nek bus sing nduwur onok supire, terus rodane ngawang ngono ta. Peno iku iso ae nek guyonan Cak. Nek peno numpak bus iki Cak, bayare cuma gawe botol plastik utawa gelas plastik, wis gak usah gawe duwik. Weleh.... cik enak e Rek, numpak bus bayare gawe botol plastik utawa gelas plastik. Lah aku terus kudu gawa botol piro Rek supaya aku isok eruh rasane numpak Suroboyo Bus iki. Ngene Cak nek peno pingin eruh rasane numpak Suraboyo Bus iki, peno kudu gawa botol plastik sing gede kabehe telu kanggo sekali jalan. Nek peno bayar gawe botol plastik sing tanggung, peno kudu gawa botol kabehe limo. Tapi nek peno bayar gawe gelas plastik, peno kudu gawa sepuluh gelas. Hluk.... cik enak e Rek.

Sik talah Rek, sing duwe Suroboyo Bus iku sopo? Sing duwe Suroboyo Bus iku Pemeintah Kota Surabaya tapi sing diserahi ngelola iku Dinas Perhubungan Kota Surabaya. O... dadi Suroboyo Bus iki duwek e Pemerintah Kota Surabaya sing dikelola karo Dinas Perhubungan Kota Surabaya ngono ta. Iyo, saiki aku wis ngerti.

Lah Suroboyo Bus iku liwat endi ae Rek. Misale aku teko Kebon Binatang ate nang Pasar Blauran, aku ngedange nang endi? Ngene Cak, pancen Suroboyo Bus iku duwe Jalur Khusus. Jalure Suroboyo Bus iku onok loro. Jalur Ngalor-Ngidul ambek Jalur Ngetan-Ngulon. Jalur sing Ngalor-Ngidul iku teko Terminal Bungurasih arahe Ngalor nganti Jalan Tembaan cidek e Tugu Pahlawan terus balik Ngidul maneh nang Terminal Bungurasih. Halte sing panggonane ngedang Suroboyo Bus iku yo akeh Cak. Supoyo luwih jelas, peno delok ae gambar iki.


Iyo wis jelas Rek. Dadi nek teko Kebon Binatang ate nang Pasar Blauran, aku ngedange nang Halte Musium BI yo Rek. Lah terus engkuk mudune nang Halte Blauran. Iyo Rek, wis ngerti aku.

Lah saiki jalure Suroboyo Bus sing arah Ngetan-Ngulon iku teko endi terus nang endi ae Rek? Nek jalure Suroboyo Bus sing arah Ngetan-Ngulon iku mulai teko Kampus Unesa sampek Kampus ITS Cak. Peno wis eruh tah Kampus Unesa Cak. Yo eruh Rek, aku iki Arek Suroboyo Asli mosok gak eruh Kampus Unesa. Kampus Unesa iku lak sing nang Ketintang iku seh? Loh.... peno ojok salah Cak. Sing tak maksud iki duduk Kampus Unesa sing nang Ketintang, tapi Kampus Unesa sing nang daerah Lidah Wetan iku loh. Luwih jelase Cak, peno delok ae gambar iki. Mulai teko Kampus Unesa nganti Kampus ITS, terus balik maneh nang Kampus Unesa.


Iyo wis, saiki aku wis ngerti. Nek ngono arek-arek tak kandanane ae, tak ajak numpak Suroboyo Bus, Bus Tumpuk werno kuning sing onok tulisane Bank Mayapada. Bayare gak kathik duwik tapi bayar gawe botol plastik utowo gelas plastik. Matur suwun atas penjelasanmu yo Rek.

Senin, 03 September 2018

Karambol, Olahraga Murah yang Tak Lagi Diminati

Karambol merupakan salah satu cabang olahraga yang mudah dan murah yang sudah tidak diminati lagi oleh masyarakat. Permainan ini sebenarnya sangat populer di negara-negara Asia Selatan seperti Afghanistan , Nepal , India , Pakistan , Sri Lanka , Bangladesh , dan daerah sekitarnya. Karambol juga dikenal dengan berbagai nama dalam berbagai bahasa.

Karambol sangat sering dimainkan oleh keluarga, termasuk anak-anak. Para petugas keamanan kampung yang sedang berjaga malam, biasanya juga bermain karambol. Di Asia Selatan, banyak klub dan kafe yang mengadakan turnamen reguler. Standar dan aturan yang diterapkan berbeda-beda antara daerah yang satu dengan daerah lain.

Beberapa tahun yang lalu, permainan karambol juga pernah populer di Surabaya. Dalam rangka mempeperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, karambol termasuk salah satu permainan yang dilombakan, baik secara berpasangan maupun perseorangan. Bahkan terkadang juga dipertandingkan antar RT atau antar RW.

Kini sudah jarang sekali kita jumpai ada orang atau anak-anak bermain karambol. Padahal permainan ini bisa memberikan alternatif kegiatan yang positip bagi para remaja sehingga bisa mengalihkan perhatian mereka pada hal-hal yang bersifat negatip seperti miras dan narkoba.