Senin, 17 September 2018

RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon Menyabet Dua Gelar MDS

Pergelaran Lomba Kebersihan Lingkungan Merdeka Dari Sampah (MDS) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya diikuti oleh 727 RT se Kota Surabaya. Adapun kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi pemilahan sampah, penghijauan, drainase dan sanitasi, serta kebersihan lingkungan. Dalam lomba ini, RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon berhasil meraih dua gelar sekaligus yaitu Gelar Kampung Pemilahan Sampah Terbaik dan Gelar Kampung Penggerak Lingkungan Terbaik IV. Dengan raihan dua gelar ini, RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon berhak menerima hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp. 4.500.000,--

Sejak RT 03 - RW 05 ditunjuk mewakili Kelurahan Petemon untuk mengikuti lomba kebersihan lingkungan MDS, Tjiptono selaku Ketua RW 05 mempercayakan kepada Bu Mira sapaan akrab Mira Kuspratiwi selaku Ketua RT 03 untuk memimpin warganya bekerja sungguh-sungguh agar bisa diperoleh hasil kerja yang optimal. "Apabila terdapat suatu kendala dalam pelaksanaannya agar segera berkoordinasi dengan pengurus RW," demikian pesan Tjiptono kepada Mira Kuspratiwi.

Bu Mira pun segera berbenah diri. Dikumpulkannya semua ketua dasa wisma, Ibu-ibu dan Karang Taruna. Disampaikan kepada mereka bahwa apa yang harus kita lakukan untuk mengikuti lomba ini, sebenarnya semuanya sudah kita lakukan. Pemilahan sampah kering dan basah sudah kita lakukan, penghijauan juga sudah kita lakukan, kita sudah memiliki Takakura dan Doskura. Jadi kita tinggal menjaga rutinitas dan kontinyuitasnya saja.


Ketika ditanyakan apa peran warga dalam menyukseskan lomba ini, Bu Mira menjelaskan bahwa, Kita banyak melibatkan Ibu-ibu dan Karang Taruna. Ibu-ibu mendapat tugas paling banyak, yaitu mengelola Takakura dan Doskura, merawat penghijauan, mendaur ulang sampah kering untuk dijadikan hiasan dan kerajinan yang lain, misalnya tas dan dompet, serta membuat kostum dari bahan plastik bekas kemasan sabun cair. Sedangkan Karang Taruna berperan mengelola sampah kering, memilah mana yang bisa didaur ulang dan mana yang tidak. Yang bisa didaur ulang diserahkan kepada ibu-ibu untuk dibuat hiasan dinding dan kerajinan yang lain, sedangkan yang tidak bisa didaur ulang dijual yang hasilnya sebagian untuk kas dan yang sebagiannya dimasukkan ke buku tabungan masing-masing warga. "Saya merasa bangga dengan seluruh warga RT 03 - RW 05 Kelurahan Petemon, terutama para ibu dan karang taruna, karena mereka sangat akomodatif dan bersemangat ketika saya mengajak untuk bekerja bersungguh-sungguh dalam menyukseskan Lomba Kebersihan Lingkungan Merdeka Dari Sampah. Dan terbukti hasil kerja mereka bisa meraih hasil yang bisa menjadi kebanggaan warga RW 05 dan masyarakat Kelurahan Petemon," kata Mira Kuspratiwi mengakhiri wawancara dengan KIM Kelurahan Petemon.

Senin, 10 September 2018

Bro Kentir, PudSal dan LaPo Suroboyo, Produk Kuliner Andalan UKM Geulis Kelurahan Petemon

Festival Surabaya Kuliner dan Kraft 2018 dengan tema "Mlaku-Mlaku Nang Tunjungan," yang digelar setiap bulan sekali di Jalan Tunjungan oleh Pemerintah Kota Surabaya, selain untuk meningkatkan roda perekonomian bagi pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) dan mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan asing, acara ini juga merupakan ajang promosi sekaligus sebagai upaya pelestarian Kuliner Khas Arek Suroboyo. Rujak Cingur, Semanggi, Lonthong Balap, Gado-gado, adalah makanan khas Arek Suroboyo. Sedangkan Ote-ote, Nogosari, Lentho, adalah jajanan khas Arek Suroboyo. Adalagi minuman khas Arek Suroboyo yang juga perlu untuk dipromosikan dan dijaga kelestariannya yaitu, Serbat Klopo, Serbat Pencit, Serbat Garbis, Es Cao atau Es Cin Cau, Es Gronjong, Es Gandul, Ronde, dan Angsle.

Seiring dengan perkembangan dunia kuliner yang mengiringi perkembangan dunia pariwisata dan perkembangan teknologi, kini di Surabaya telah hadir jajanan khas Arek Suroboyo yang baru yaitu, Bro Kentir, PudSal, dan Lapo Suroboyo. Setidaknya, itulah jajanan khas Arek Suroboyo yang baru, yang akan dipromosikan pada acara Festival Kuliner dan Kraft 2018 oleh UKM Geulis Kelurahan Petemon yang dikomandani oleh Ibu Cici Suwarsih yang juga menjabat sebagai Ketua RW 02 Sawahan DKA Kelurahan Petemon. Bro Kentir adalah Kue Bronies Ketan Ireng, sedangkan PudSal adalah Puding Salju, dan LaPo Suroboyo adalah Kue Lapis Pohong Suroboyo.

Bagi warga kota Surabaya, khususnya warga Kelurahan Petemon yang ingin mencicipi lezatnya kuliner baru khas Arek Suroboyo produk UKM Geulis Kelurahan Petemon, silakan mlaku-mlaku nang Tunjungan pada hari Jum'at tanggal 14 September 2018 mulai pukul 16.00 sampai dengan pukul 21.30 WIB. Langsung saja menuju Stand Nomor 094 B UKM Geulis Kelurahan Petemon. Selamat mencicipi.

Rabu, 05 September 2018

Suroboyo Bus, Bus e Arek Suroboyo

Bis Tumpuk Suroboyo Foto by
@rachmad_juliantono

Loh, iki onok opo maneh Rek? Suroboyo Bus Cak, Bus Tumpuk werno kuning onok tulisane Bank Mayapada. Hluk.... Bus Tumpuk werno kuning onok tulisane Bank Mayapada. Lah... bus sing nduwur opo yo onok supire Rek? Yo gak onok Cak, peno iku kok onok-onok ae. Lah nek bus sing nduwur onok supire, terus rodane ngawang ngono ta. Peno iku iso ae nek guyonan Cak. Nek peno numpak bus iki Cak, bayare cuma gawe botol plastik utawa gelas plastik, wis gak usah gawe duwik. Weleh.... cik enak e Rek, numpak bus bayare gawe botol plastik utawa gelas plastik. Lah aku terus kudu gawa botol piro Rek supaya aku isok eruh rasane numpak Suroboyo Bus iki. Ngene Cak nek peno pingin eruh rasane numpak Suraboyo Bus iki, peno kudu gawa botol plastik sing gede kabehe telu kanggo sekali jalan. Nek peno bayar gawe botol plastik sing tanggung, peno kudu gawa botol kabehe limo. Tapi nek peno bayar gawe gelas plastik, peno kudu gawa sepuluh gelas. Hluk.... cik enak e Rek.

Sik talah Rek, sing duwe Suroboyo Bus iku sopo? Sing duwe Suroboyo Bus iku Pemeintah Kota Surabaya tapi sing diserahi ngelola iku Dinas Perhubungan Kota Surabaya. O... dadi Suroboyo Bus iki duwek e Pemerintah Kota Surabaya sing dikelola karo Dinas Perhubungan Kota Surabaya ngono ta. Iyo, saiki aku wis ngerti.

Lah Suroboyo Bus iku liwat endi ae Rek. Misale aku teko Kebon Binatang ate nang Pasar Blauran, aku ngedange nang endi? Ngene Cak, pancen Suroboyo Bus iku duwe Jalur Khusus. Jalure Suroboyo Bus iku onok loro. Jalur Ngalor-Ngidul ambek Jalur Ngetan-Ngulon. Jalur sing Ngalor-Ngidul iku teko Terminal Bungurasih arahe Ngalor nganti Jalan Tembaan cidek e Tugu Pahlawan terus balik Ngidul maneh nang Terminal Bungurasih. Halte sing panggonane ngedang Suroboyo Bus iku yo akeh Cak. Supoyo luwih jelas, peno delok ae gambar iki.


Iyo wis jelas Rek. Dadi nek teko Kebon Binatang ate nang Pasar Blauran, aku ngedange nang Halte Musium BI yo Rek. Lah terus engkuk mudune nang Halte Blauran. Iyo Rek, wis ngerti aku.

Lah saiki jalure Suroboyo Bus sing arah Ngetan-Ngulon iku teko endi terus nang endi ae Rek? Nek jalure Suroboyo Bus sing arah Ngetan-Ngulon iku mulai teko Kampus Unesa sampek Kampus ITS Cak. Peno wis eruh tah Kampus Unesa Cak. Yo eruh Rek, aku iki Arek Suroboyo Asli mosok gak eruh Kampus Unesa. Kampus Unesa iku lak sing nang Ketintang iku seh? Loh.... peno ojok salah Cak. Sing tak maksud iki duduk Kampus Unesa sing nang Ketintang, tapi Kampus Unesa sing nang daerah Lidah Wetan iku loh. Luwih jelase Cak, peno delok ae gambar iki. Mulai teko Kampus Unesa nganti Kampus ITS, terus balik maneh nang Kampus Unesa.


Iyo wis, saiki aku wis ngerti. Nek ngono arek-arek tak kandanane ae, tak ajak numpak Suroboyo Bus, Bus Tumpuk werno kuning sing onok tulisane Bank Mayapada. Bayare gak kathik duwik tapi bayar gawe botol plastik utowo gelas plastik. Matur suwun atas penjelasanmu yo Rek.

Senin, 03 September 2018

Karambol, Olahraga Murah yang Tak Lagi Diminati

Karambol merupakan salah satu cabang olahraga yang mudah dan murah yang sudah tidak diminati lagi oleh masyarakat. Permainan ini sebenarnya sangat populer di negara-negara Asia Selatan seperti Afghanistan , Nepal , India , Pakistan , Sri Lanka , Bangladesh , dan daerah sekitarnya. Karambol juga dikenal dengan berbagai nama dalam berbagai bahasa.

Karambol sangat sering dimainkan oleh keluarga, termasuk anak-anak. Para petugas keamanan kampung yang sedang berjaga malam, biasanya juga bermain karambol. Di Asia Selatan, banyak klub dan kafe yang mengadakan turnamen reguler. Standar dan aturan yang diterapkan berbeda-beda antara daerah yang satu dengan daerah lain.

Beberapa tahun yang lalu, permainan karambol juga pernah populer di Surabaya. Dalam rangka mempeperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, karambol termasuk salah satu permainan yang dilombakan, baik secara berpasangan maupun perseorangan. Bahkan terkadang juga dipertandingkan antar RT atau antar RW.

Kini sudah jarang sekali kita jumpai ada orang atau anak-anak bermain karambol. Padahal permainan ini bisa memberikan alternatif kegiatan yang positip bagi para remaja sehingga bisa mengalihkan perhatian mereka pada hal-hal yang bersifat negatip seperti miras dan narkoba.